Mengenal jenis tanaman obat melalui lomba oleh Dinkes Surabaya

Setelah tahun lalu sukses menyelenggarakan Lomba Taman Obat Keluarga (TOGA) Tingkat Puskesmas Se-Kota Surabaya, kini Dinas Kesehatan Kota Surabaya kembali menyelenggarakan lomba TOGA yang diikuti oleh 10 Puskesmas Kota Surabaya. Pelaksanaan lomba inipun dengan mengunjungi Puskesmas yang menjadi peserta lomba TOGA. Kunjungan pertama lomba menuju Puskesmas Gundih, Puskesmas yang tahun lalu berhasil menyabet juara pertama Lomba TOGA Tingkat Puskesmas Se-Kota Surabaya.

Tim juri yang terdiri dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Poli Obat Tradisional Indonesia (OTI), LP3T Indrapura, Majalah Trubus, serta TP PKK Kota Surabaya mengunjungi Puskesmas Gundih untuk menilai sejauh mana program yang mengedepankan kesehatan secara herbal ini dapat diaplikasikan ke masyarakat.

Kesempatan untuk menjadi jujugan pertama tim juri lomba TOGA tidak disia-siakan oleh karyawan dan kader TOGA di Puskesmas Gundih. Mereka menunjukkan keahlian dengan melakukan demo TOGA dengan membuat beras kencur. Selain itu, para kader juga telah memiliki stand tersendiri di halaman depan Puskesmas dengan memasarkan produk TOGA hasil olahan sendiri, seperti ekstrak temulawak, jahe merah, minuman sinom, beras kencur, dan lainnya. Adanya stand tersebut selain mengenalkan produk TOGA ke pasien yang berkunjung ke Puskesmas, juga sebagai pendapatan tambahan bagi para kader dari segi ekonomi.

Tidak hanya itu saja, tim juri juga sempat diajak berkeliling meninjau perkampungan warga yang memang telah membudayakan menanam TOGA di pekarangan atau halaman rumah masing-masing. Saat meninjau lokasi, tampak suasana perkampungan yang cukup padat penduduk, namun sangat bersih dan hijau oleh tanaman.

Baca Juga :

Harga Propolis

https://damaraji.com/masker-spirulina-hpai/

Selain TOGA, para warga juga memperlihatkan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) hasil kreasi warga yang menyaring air buangan menjadi air bersih. Hasil air tersebut dapat dipergunakan untuk keperluan sehari-hari seperti menyiram tanaman dan mencuci sepeda motor.

Jimmy Arief Pryo Santoso, Amd Battra (24), petugas Pengobatan Tradisional Puskesmas Gundih mengatakan bahwa pihaknya optimis akan mempertahankan gelar juara yang telah diraihnya tahun lalu. Saat ini koleksi tanaman TOGA di Puskesmas yang beralamat di Jl. Margodadi 36-38 Surabaya ini mencapai 97 jenis. Tanaman yang tersedia antara lain lidah buaya, jahe merah, temulawak, bulu-bulu ayam, dan berbagai jenis lainnya.

Dalam lomba ini, juri melakukan penilaian terhadap kelengkapan data, laporan, dokumentasi, perawatan tanaman, pemberian label tanaman, dan lain-lain. Puskesmas juga memberikan informasi seputar kegiatan-kegiatan TOGA, aktifitas kader, serta program-program terkait pengobatan tradisional. Puskesmas mengadakan penyuluhan TOGA yang mengundang para kader setiap satu bulan sekali.